Minggu, 20 Desember 2009

Teruntuk Istriku Kelak

Ribuan hari aku menunggunya
senantiasa ku berdoa kepada Allah untuk menguatkan diriku
Yang lemah
Penuh harap menanti kehadirannya di sisiku

Saat aku menatap malam
Langit dan bintang menyiratkan kerinduan
Angin menyapa
menggelitik rindu dalam kalbu

Semoga Allah menjaganya di setiap detak kehidupannya
Menuntunnya di setiap langkah-langkahnya
Menguatkannya di saat dia lelah
Mendampinginya di saat-saat kesendiriannya

Dia, wanita sholihah dari sisi Allah
Seorang bidadari yang Allah percayakan padaku
Bidadari yang menemaniku menjalani hidup
Wanita mulia yang senantiasa menjaga kehormatan diri dan keluarganya

Bidadari itu
Seorang wanita yang ingin selalu kulihat senyumnya
Yang tak ingin kubuat dia bersedih
Yang tak ingin kudengar dia menangis

Bidadari itu
Dia hanya seorang wanita biasa
Tapi dia istimewa
Amat sangat istimewa

Bidadari itu
Seorang wanita perkasa
Yang tak kenal lelah berjuang di jalan-Nya
Yang tetap teguh memegang agamanya

Saat ku pulang, dia menyambutku dengan senyuman yang terindah
Wajahnya yang lelah tak mengurangi indah dan sejuknya senyumnya
Dia bercerita tentang anak-anak kami
Impian mereka, tangisan mereka, canda dan tawa mereka

Kadang dia mengeluh karena beratnya beban di pundaknya
Tapi tak pernah dia menghentikan langkahnya
Dia tetap tegak berjalan
Demi satu tujuan mulia dalam hidupnya

Kadang ku menyakitinya
Kadang ku bersikap tak pantas padanya
Tapi dia tetap dengan kesabarannya
Tetap tegar dengan senyum tersungging di bibirnya

Duhai bidadari yang sholihah
Terima kasih engkau mau memandang pada sang Pencinta
Yang beharap melihat senyuman di wajahmu
Yang senantiasa berdoa agar bisa membahagiakanmu

Kata-kata ini sangat tidak cukup menggambarkan rasa syukurku
Alhamdulillah, Allah sudah mempertemukan diriku denganmu
Walau mungkin ku bukan yang terbaik untukmu
Walau aku tak pantas bersanding denganmu

Dunia ini menjadi tak berharga saat Allah menyandingkan Engkau di hati
Dahaga cinta terpuaskan dengan siraman kasihmu
Kesepian tergerus dengan kehangatan jiwamu

Tetaplah di sampingku, wahai kekasih hati
Jiwa ini sepi tanpamu
Tetaplah di sisi, wahai permata jiwa
Bersama kita jalani kehidupan fana
Saling menguatkan, saling mengingatkan
Hingga saat Allah memisahkan raga kita
semoga Allah mempertemukan lagi jiwa kita di Surga-Nya

8 komentar:

  1. Subhanalloh....

    brader...
    bs d share k fb or yg lain bs g?
    thx

    BalasHapus
  2. semua orang memang berbeda, tiap jiwa tak akan sama rasa dan pikirnya.
    apa yang didapatkan terkadang sangat jauh dari apa yang diinginkan.
    sayangnya, itulah kehidupan..

    BalasHapus
  3. dulu aku pernah mencari kesempurnaan
    namun saat kenyataan itu datang
    kusadari bahwa kesempurnaan itu hanyalah milik Allah

    berjuang adalah syarat kemenangan
    bersyukur adalah kunci kebahagiaan
    dan berdoa adalah keyakinan atas harapan

    yakinlah, Allah lebih tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya

    BalasHapus
  4. hhmm,...semoga Joko segera dipertemukan dengan ur future wife,..

    BalasHapus
  5. Subhanallah..
    Ak merinding bcanya..tidak bisa berkata apa2..ak hanya bisa meneteskan air mata..semoga alloh mengabulkan doamu akh..barakallah

    BalasHapus

komen dimari gan...:D