saat kecewa memberi warna
saat kesiapan tampak bias
saat cinta bagai fatamorgana
saat hati menjadi sepi
saat dunia terasa penuh beban
saat kehidupan menjadi hambar
saat hati yang patah melukai jiwa
saat tujuan hidup perlahan menghilang
saat putus asa mengetuk pintu hati
saat impian tak lagi indah untuk diwujudkan
saat jatuh cinta mulai terlupakan
saat kemantapan melangkah berselimut keraguan
saat memilih menjadi penghalang
saat detak hidup makin melemah
saat nafas semakin menderu
saat keyakinan diuji
saat rasa bersalah menghantui
saat ketakutan merusak harapan
saat kesendirian menjadi bagian diri
saat tawa dan kebersamaan berakhir
saat kasih sayang terasa jauh
saat derita tak terasa pahit
saat diri tak merasa butuh
hidup harus terus berjalan
tak boleh mengharap kematian
hidup yang kini hampa
mungkin akan lebih indah di masa depan
kebahagiaan ada karena berbagi
walau tujuan tak bisa ditemui
apabila diri bisa berarti
takkan sesali lahirku di dunia ini
Sabtu, 11 Desember 2010
Selasa, 20 Juli 2010
surat dari hati
Semua ini masih belum bisa kupahami
kemantapan itu tak kunjung kudapatkan
bukan kemantapan untuk melangkah
tapi kemantapan untuk memilih dan mengungkapkan
Apakah untuk memperoleh kemantapan itu harus jatuh cinta lebih dulu?
aku pun tak tahu jawabannya
aku tak ingin menyerahkan hati ini
kecuali pada orang yang tepat pada saat yang tepat
aku tak mau terjatuh untuk kedua kalinya dalam kesalahan dan keputus asaan
Memang tak mudah untuk mengingkari pengharapan pada manusia
yang bisa kulakukan hanya mencoba menekannya
mengendalikannya agar tidak melebihi harapanku kepada Sang Pencipta
Bukannya aku tak ingin bersabar
tapi aku hanya ingin menjadi lebih baik
dengan dirinya disampingku
Entah siapa dia, aku pun tak tahu
karena hati ini masih berselimut ragu
apa yang kuimpikan dulu
dihadapkan pada suatu kontradiksi
Ya Allah
aku pernah berucap
tak akan maju saat hati ini belum mantap
aku tak ingin menyakiti siapapun
Mudahkan aku Ya Rabb
untuk bisa memantapkan hati ini
dengan cara-Mu
yang pasti terbaik bagi hamba-Mu
kemantapan itu tak kunjung kudapatkan
bukan kemantapan untuk melangkah
tapi kemantapan untuk memilih dan mengungkapkan
Apakah untuk memperoleh kemantapan itu harus jatuh cinta lebih dulu?
aku pun tak tahu jawabannya
aku tak ingin menyerahkan hati ini
kecuali pada orang yang tepat pada saat yang tepat
aku tak mau terjatuh untuk kedua kalinya dalam kesalahan dan keputus asaan
Memang tak mudah untuk mengingkari pengharapan pada manusia
yang bisa kulakukan hanya mencoba menekannya
mengendalikannya agar tidak melebihi harapanku kepada Sang Pencipta
Bukannya aku tak ingin bersabar
tapi aku hanya ingin menjadi lebih baik
dengan dirinya disampingku
Entah siapa dia, aku pun tak tahu
karena hati ini masih berselimut ragu
apa yang kuimpikan dulu
dihadapkan pada suatu kontradiksi
Ya Allah
aku pernah berucap
tak akan maju saat hati ini belum mantap
aku tak ingin menyakiti siapapun
Mudahkan aku Ya Rabb
untuk bisa memantapkan hati ini
dengan cara-Mu
yang pasti terbaik bagi hamba-Mu
Rabu, 14 Juli 2010
Memahami Psikologi Suami Istri
1. Perbedaan Menanggapi Permasalahan
Laki-laki menganggap dirinya diciptakan untuk memecahkan masalah. Perilaku ini dianggap sebagai sebuah pengungkapan cintanya kepada perempuan. Wanita menganggap bahwa dia tidak memerlukan pemecahan, yang diinginkan adalah suaminya ikut merasakan dan ikut berempati.
Contoh: seorang istri yang masuk rumah sakit untuk menjalani operasi. Setelah operasi berhasil dan keluar dari RS ada tanda kegelisahan dari istri disebabkan karena bekas yang kelihatan buruk akibat operasi. Istri curhat pada suaminya dan dijawab:
"Masalah sepele, ga usah pedulikan. Kan bisa operasi kecantikan, kamu bisa bebas dari noda itu. Masalah ini kecil dan penanganannya juga mudah"
Jawaban ini menambah sedih istrinya dan membuatnya marah, karena ia merasa suaminya tidak memahami hakikat perasaan sedihnya bahkan meminta untuk operasi kembali.
Seharusnya yg perlu dilakukan suami adalah berempati pada istrinya. Ini akan membuat istri senang dan membuat istri merasa dekat dengan suami. Memberikan nasehat dan pemecahan justru akan menjadikan istri marah, merasa jauh darinya dan tidak mau duduk dengannya.
2. Perbedaan Perhatian Suami dan Istri
Perempuan sangat perhatian pada cinta, ngobrol-ngobrol, kecantikan dan hubungan kemasyarakatan. PEREMPUAN jika bertemu dengan teman sesamanya, maka akan menggunakan kesempatan tersebut untuk menguatkan hubungan, berusaha saling bantu satu sama lain walaupun tanpa ada permintaan. Tujuan memberikan bantuan bagi PEREMPUAN adalah untuk membuat dia merasa bahwa dia dicintai.
Laki-laki banyak menghabiskan waktunya untuk berjuang dalam kehidupan, berjuang untuk mewujudkan tujuan2. Dunia laki-laki penuh dengan permasalahan, kesulitan dan tujuan-tujuan. Laki-laki jika bertemu dengan teman laki-laki yg dibicarakan adalah segala permasalahan yang dihadapi dan berusaha mencari pemecahan yang sesuai, baik permasalahan politik, keuangan, kemasyarakatan, bahkan olahraga. Dalam dunia laki-laki memberikan bantuan dengan suka rela dianggap sebagai suatu yang tidak dapat diterima, ditafsirkan sebagai penghinaan.
Contoh: suami istri yang yg pergi menghadiri acara walimahan temannya. Mereka sudah sampai di daerah tempat walimahan temannya hanya mereka tidak begitu mengetahui pasti alamat tersebut. Suami hanya berputar dan berkeliling didaerah tersebut, tidak mau menyerah dengan harapan bisa menemukan sendiri alamatnya. Beberapa saat istrinya menyarankan utk menghentikan mobil dan bertanya kepada orang lain yg tau, daripada terus menerus berputar dan berkeliling tidak ada manfaatnya. Tetapi suami tetap aja tidak mau menghentikan mobilnya hingga sampai akhirnya menemukan tempat yg dicari. Kegelisahan tampak sekali pada wajah suami saat menghadiri acara, sedikit bicara dan tingkahnya tidak bebas. Istrinya merasa bingung karena sikap dan raut muka suaminya yg tidak enak tersebut.
Apa yg dilakukan suami adalah untuk memastikan kepada istrinya bahwa dia adalah orang yang mampu. Mencari bantuan sama artinya dengan menggeser posisi dirinya ke posisi yangg lebih rendah. Seandainya istrinya tetap diam dan tidak gelisah dan memberi kesempatan suaminya mencari sendiri alamat tersebut sampai ketemu, maka suami akan semakin cinta ke istrinya.
Ketika membicarakan dua kesalahan yang sudah biasa dilakukan. Sebenarnya inti kesalahan tidak terletak pada niat dari laki-laki maupun perempuan tersebut, namun terletak pada cara dan waktu yang digunakan. Ketika jiwa perempuan sedang senang maka ia tidak akan menolak untuk mendengarkan laki-laki, yang sedang berusaha memecahkan permasalahan dengan caranya sendiri. Laki-laki harus mengetahui bahwa ketika perempuan dalam keadaan gelisah dan tidak senang dan mengadukan permasalahannya, maka waktu itu tidak tepat untuk mengajukan suatu pemecahan/nasehat. Yang sebenarnya dikehendaki perempuan adalah orang lain mau mendengarkan keluhannya saja. Apabila perempuan sudah merasa keinginannya terpenuhi dan suami bersedia mendengarkan perkataan dan memahami perasaannya, ketika itu keadaan psikologisnya bertahap akan membaik. Setelah itu laki-laki bisa masuk dalam pembicaraan dengan mengajukan beberapa usulan, bukan pemecahan.
Sementara bagi laki-laki, ia mau menerima nasehat dan kritikan yang membangun ketika ia memang mencarinya. Perempuan harus mengetahui bhw memberikan nasehat/kritikan dapat membuatnya marah dan membuat dia merasa istrinya ingin merendahkan dan menguasainya.
3. Reaksi terhadap kelelahan dan kesulitan
Laki-laki menyikapi kesukaran dan kelelahan dengan cara objektif. Sementara perempuan dengan subjektif. Tabiat laki-laki yang pokok adalah perhatian pada sesuatu yang ada diluar, sehingga ketika seorang laki-laki mengalami kesukaran maka ia akan menarik diri dan mulai berfikir dengan cara diam, berusaha memecahkan masalah yang dialaminya untuk terlepas dari kesukaran dan kelelahan. Tabiat perempuan yang paling asasi adalah sangat perhatian pada sesuatu yang terjadi didalam dirinya. Ketika perempuan mengalami kesukaran ia akan berinteraksi dengan perasaannya untuk bisa melakukan perubahan dari sisi dalam.
Menyikapi kesulitan dan kelelahan secara objektif hakikatnya adalah mengkaji, menganalisa yang telah terjadi, baru setelah itu berinteraksi dan menentukan pemecahan yang sesuai. Sedangkan subjektif adalah menyikapinya melalui perasaan, yaitu meletakkan jiwa ditengah-tengah permasalahan, baru setelah itu berinteraksi dengan masalah tersebut. Laki-laki yang lelah akan berusaha mencari kelegaan dengan berusaha mendapatkan tempat yang cukup tenang jauh dari kebisingan, dansecara umum berusaha menghindarkan diri untuk tenggelam pada perdebatan dalam bentuk apapun. Perempuan ketika lelah akan berusaha mencari ketenangan dengan senang berbicara atau mempersiapkan semangat utk hari esok. Senang berbicara dan mencari orang yang mau mendengarkan kata-katanya, kemudian mengikutsertakan dia dalam pembicaraan tersebut.
Contoh:
Suami pulang dari kerja, ia sangat lelah dan butuh istirahat. Suami masuk rumah, salam dengan istri dan anak, dan menunggu makan.
Makanan datang, dan semua duduk mengelilingi meja makan. Sebelum suami memasukkan makanan pertama kemulutnya, istrinya
tiba-tiba berkata:
Istri: Bagaimana keadaan pekerjaanmu hari ini?
Suami: hari ini berat
Istri: Apa yang terjadi disana?
Suami: Masalah seperti biasanya
Istri: Masalah seperti apa itu?
Suami (tampak tanda-tanda gelisah dan berkata) : Apakah kita bisa makan terlebih dahulu, lalu setelah selesai baru bicara?
Istri (ia diam sebentar, lalu bicara): Temanmu tadi si A baru saja telpon, ia harap kamu menghubunginya.
Suami : Iya, aku akan menghubunginya nanti sore.
Istri: Apa kira-kira yang ia inginkan?
Suami (ia tampak marah dan berkata melebihi suara biasanya) : Bagaimana aku bisa tahu apa yang ia inginkan? Akan kuberitahu setelah aku menghubunginya.
Istri: Bila A punya niat berkunjung hari jumat datang, ingat kita punya janji dengan anak-anak ke kebun binatang.
Suami semakin marah dan berkata: Baik, apakah tidak bisa kita selesaikan makan dengan tenang.
Istri terlihat kesal: Baik
Selang lima menit ketika semuanya masih sedang makan, Istri mulai berbicara ketiga kalinya:
Jangan lupa, besok kita punya janji dengan dokter, kita harus pergi sebelum jam 5.
Suami: Bukankah aku minta kamu tenang dan tidak bicara?
Istri (tampak marah dan berkata dengan keras) : Allohu Akbar...ada apa denganmu? Apakah aku haram bicara denganmu? Kenapa kamu seperti ini? Setiap hari setelah kamu pulang kerja lamu tidak mau diajak biacara, ada apa?
Istri meninggalkan meja makan dengan menggerutu dan menuju dapur sambil menangis.
Suami berontak dan meninggalkan makan juga. Ia bicara dengan suara memekak telinga : Kamu ini orang aneh! aku tidak tahu apa permasalahanmu sebenarnya? Aku lelah setelah pulang kerja dan ingin istirahat bentar. Tapi yang aku dapati justru istri yang tidak mau berhenti bicara.
Laki-laki menganggap dirinya diciptakan untuk memecahkan masalah. Perilaku ini dianggap sebagai sebuah pengungkapan cintanya kepada perempuan. Wanita menganggap bahwa dia tidak memerlukan pemecahan, yang diinginkan adalah suaminya ikut merasakan dan ikut berempati.
Contoh: seorang istri yang masuk rumah sakit untuk menjalani operasi. Setelah operasi berhasil dan keluar dari RS ada tanda kegelisahan dari istri disebabkan karena bekas yang kelihatan buruk akibat operasi. Istri curhat pada suaminya dan dijawab:
"Masalah sepele, ga usah pedulikan. Kan bisa operasi kecantikan, kamu bisa bebas dari noda itu. Masalah ini kecil dan penanganannya juga mudah"
Jawaban ini menambah sedih istrinya dan membuatnya marah, karena ia merasa suaminya tidak memahami hakikat perasaan sedihnya bahkan meminta untuk operasi kembali.
Seharusnya yg perlu dilakukan suami adalah berempati pada istrinya. Ini akan membuat istri senang dan membuat istri merasa dekat dengan suami. Memberikan nasehat dan pemecahan justru akan menjadikan istri marah, merasa jauh darinya dan tidak mau duduk dengannya.
2. Perbedaan Perhatian Suami dan Istri
Perempuan sangat perhatian pada cinta, ngobrol-ngobrol, kecantikan dan hubungan kemasyarakatan. PEREMPUAN jika bertemu dengan teman sesamanya, maka akan menggunakan kesempatan tersebut untuk menguatkan hubungan, berusaha saling bantu satu sama lain walaupun tanpa ada permintaan. Tujuan memberikan bantuan bagi PEREMPUAN adalah untuk membuat dia merasa bahwa dia dicintai.
Laki-laki banyak menghabiskan waktunya untuk berjuang dalam kehidupan, berjuang untuk mewujudkan tujuan2. Dunia laki-laki penuh dengan permasalahan, kesulitan dan tujuan-tujuan. Laki-laki jika bertemu dengan teman laki-laki yg dibicarakan adalah segala permasalahan yang dihadapi dan berusaha mencari pemecahan yang sesuai, baik permasalahan politik, keuangan, kemasyarakatan, bahkan olahraga. Dalam dunia laki-laki memberikan bantuan dengan suka rela dianggap sebagai suatu yang tidak dapat diterima, ditafsirkan sebagai penghinaan.
Contoh: suami istri yang yg pergi menghadiri acara walimahan temannya. Mereka sudah sampai di daerah tempat walimahan temannya hanya mereka tidak begitu mengetahui pasti alamat tersebut. Suami hanya berputar dan berkeliling didaerah tersebut, tidak mau menyerah dengan harapan bisa menemukan sendiri alamatnya. Beberapa saat istrinya menyarankan utk menghentikan mobil dan bertanya kepada orang lain yg tau, daripada terus menerus berputar dan berkeliling tidak ada manfaatnya. Tetapi suami tetap aja tidak mau menghentikan mobilnya hingga sampai akhirnya menemukan tempat yg dicari. Kegelisahan tampak sekali pada wajah suami saat menghadiri acara, sedikit bicara dan tingkahnya tidak bebas. Istrinya merasa bingung karena sikap dan raut muka suaminya yg tidak enak tersebut.
Apa yg dilakukan suami adalah untuk memastikan kepada istrinya bahwa dia adalah orang yang mampu. Mencari bantuan sama artinya dengan menggeser posisi dirinya ke posisi yangg lebih rendah. Seandainya istrinya tetap diam dan tidak gelisah dan memberi kesempatan suaminya mencari sendiri alamat tersebut sampai ketemu, maka suami akan semakin cinta ke istrinya.
Ketika membicarakan dua kesalahan yang sudah biasa dilakukan. Sebenarnya inti kesalahan tidak terletak pada niat dari laki-laki maupun perempuan tersebut, namun terletak pada cara dan waktu yang digunakan. Ketika jiwa perempuan sedang senang maka ia tidak akan menolak untuk mendengarkan laki-laki, yang sedang berusaha memecahkan permasalahan dengan caranya sendiri. Laki-laki harus mengetahui bahwa ketika perempuan dalam keadaan gelisah dan tidak senang dan mengadukan permasalahannya, maka waktu itu tidak tepat untuk mengajukan suatu pemecahan/nasehat. Yang sebenarnya dikehendaki perempuan adalah orang lain mau mendengarkan keluhannya saja. Apabila perempuan sudah merasa keinginannya terpenuhi dan suami bersedia mendengarkan perkataan dan memahami perasaannya, ketika itu keadaan psikologisnya bertahap akan membaik. Setelah itu laki-laki bisa masuk dalam pembicaraan dengan mengajukan beberapa usulan, bukan pemecahan.
Sementara bagi laki-laki, ia mau menerima nasehat dan kritikan yang membangun ketika ia memang mencarinya. Perempuan harus mengetahui bhw memberikan nasehat/kritikan dapat membuatnya marah dan membuat dia merasa istrinya ingin merendahkan dan menguasainya.
3. Reaksi terhadap kelelahan dan kesulitan
Laki-laki menyikapi kesukaran dan kelelahan dengan cara objektif. Sementara perempuan dengan subjektif. Tabiat laki-laki yang pokok adalah perhatian pada sesuatu yang ada diluar, sehingga ketika seorang laki-laki mengalami kesukaran maka ia akan menarik diri dan mulai berfikir dengan cara diam, berusaha memecahkan masalah yang dialaminya untuk terlepas dari kesukaran dan kelelahan. Tabiat perempuan yang paling asasi adalah sangat perhatian pada sesuatu yang terjadi didalam dirinya. Ketika perempuan mengalami kesukaran ia akan berinteraksi dengan perasaannya untuk bisa melakukan perubahan dari sisi dalam.
Menyikapi kesulitan dan kelelahan secara objektif hakikatnya adalah mengkaji, menganalisa yang telah terjadi, baru setelah itu berinteraksi dan menentukan pemecahan yang sesuai. Sedangkan subjektif adalah menyikapinya melalui perasaan, yaitu meletakkan jiwa ditengah-tengah permasalahan, baru setelah itu berinteraksi dengan masalah tersebut. Laki-laki yang lelah akan berusaha mencari kelegaan dengan berusaha mendapatkan tempat yang cukup tenang jauh dari kebisingan, dansecara umum berusaha menghindarkan diri untuk tenggelam pada perdebatan dalam bentuk apapun. Perempuan ketika lelah akan berusaha mencari ketenangan dengan senang berbicara atau mempersiapkan semangat utk hari esok. Senang berbicara dan mencari orang yang mau mendengarkan kata-katanya, kemudian mengikutsertakan dia dalam pembicaraan tersebut.
Contoh:
Suami pulang dari kerja, ia sangat lelah dan butuh istirahat. Suami masuk rumah, salam dengan istri dan anak, dan menunggu makan.
Makanan datang, dan semua duduk mengelilingi meja makan. Sebelum suami memasukkan makanan pertama kemulutnya, istrinya
tiba-tiba berkata:
Istri: Bagaimana keadaan pekerjaanmu hari ini?
Suami: hari ini berat
Istri: Apa yang terjadi disana?
Suami: Masalah seperti biasanya
Istri: Masalah seperti apa itu?
Suami (tampak tanda-tanda gelisah dan berkata) : Apakah kita bisa makan terlebih dahulu, lalu setelah selesai baru bicara?
Istri (ia diam sebentar, lalu bicara): Temanmu tadi si A baru saja telpon, ia harap kamu menghubunginya.
Suami : Iya, aku akan menghubunginya nanti sore.
Istri: Apa kira-kira yang ia inginkan?
Suami (ia tampak marah dan berkata melebihi suara biasanya) : Bagaimana aku bisa tahu apa yang ia inginkan? Akan kuberitahu setelah aku menghubunginya.
Istri: Bila A punya niat berkunjung hari jumat datang, ingat kita punya janji dengan anak-anak ke kebun binatang.
Suami semakin marah dan berkata: Baik, apakah tidak bisa kita selesaikan makan dengan tenang.
Istri terlihat kesal: Baik
Selang lima menit ketika semuanya masih sedang makan, Istri mulai berbicara ketiga kalinya:
Jangan lupa, besok kita punya janji dengan dokter, kita harus pergi sebelum jam 5.
Suami: Bukankah aku minta kamu tenang dan tidak bicara?
Istri (tampak marah dan berkata dengan keras) : Allohu Akbar...ada apa denganmu? Apakah aku haram bicara denganmu? Kenapa kamu seperti ini? Setiap hari setelah kamu pulang kerja lamu tidak mau diajak biacara, ada apa?
Istri meninggalkan meja makan dengan menggerutu dan menuju dapur sambil menangis.
Suami berontak dan meninggalkan makan juga. Ia bicara dengan suara memekak telinga : Kamu ini orang aneh! aku tidak tahu apa permasalahanmu sebenarnya? Aku lelah setelah pulang kerja dan ingin istirahat bentar. Tapi yang aku dapati justru istri yang tidak mau berhenti bicara.
Dari sini suami meninggalkan rumah dan pergi ke salah satu warung kopi untuk mencari ketenangan.
Laki-laki yang sedang menghadapi permasalahan akan menumpahkan seluruh pikirannya untuk permasalahan tersebut. Ketika ia pulang ke rumah, sebenarnya pikirannya belum pulang, pikirannya masih sibuk dengan pekerjaannya, sehingga ketika ada orang yang ingin mengajak bicara ia akan merasa terganggu. Penyebabnya adalah pembicaraan tersebut telah memotong rangkaian pikirannya atau menjauhkan dia dari objek yang sedang ia pikirkan. Laki-laki akan terus bersikap seperti ini selama permasalahannya sulit dipecahkan, sarafnya akan tetap tegang dan mencari kesibukan dengan pekerjaan yang lain seperti membaca buku, koran, mendengar radio atau pekerjaan yang lain sampai
secara bertahap emosinya akan menjadi tenang.
Pada perempuan kenyataannya tidak seperti itu, perempuan akan berusaha menemukan orang yang dapat dipercaya (suami/perempuan lainnya) untuk diajak bicara dengan panjang lebar untuk menjelaskan permasalahannya. Inilah yang ditempuh perempuan untuk mendapatkan kepuasan pikiran dan ketenangan perasaan. Tabiat perempuan yang cenderung ekspansif ini akan merangkul semua permasalahan dalam waktu yang sama, berbeda dengan tabiat laki-laki yang fokus pada satu permasalahan. Pada kondisi ini perempuan akan kehilangan kemampuan untuk meletakkan mana yang lebih utama utk dikerjakan dan mana yang bisa ditunda, ini yang menyebabkan ia merasa sedih dan terbebani, kadang pelariannya adalah menangis. Laki-laki yg melihat perempuan sedang sedih maka respon laki-laki adalah kesal dan marah, dan yang terbayang pada dirinya bahwa ketika itu perempuan sedang berusaha menyalahkan laki-laki atas kesedihannya.
4. Dorongan yang saling bergantian antara laki-laki dan perempuan
Laki-laki akan merasa bergairah, kuat dan bersemangat apabila merasa perempuan membutuhkannya, dan bila perasaan tersebut semakin bertambah maka gairah dan ketertarikannya kepada perempuan tersebut akan semakin bertambah. Apabila laki-laki merasa perempaun tidak membutuhkan dirinya, maka gairahnya semakin mengecil, layu, kemudian hubungan antara keduanya akan mati.
Perempuan akan merasa bergairah, kuat, bersemangat dan tertarik pada laki-laki, ketika ia merasa laki-laki menghormati dan menghargai dirinya. Ketika perasaan perempuan tersebut makin bertambah maka ketertarikannya pada laki-laki akan bertambah pula. Apabila perempuan merasa laki-laki tidak menghormati dan tidak menghargai, maka gairahnya akan mengecil, berkurang, layu dan akhirnya ikatan keduanya akan mati.
Ketika Laki-laki mencintai perempuan
Ketika laki-laki mencintai perempuan, maka ia akan berusaha mengerahkan segala kemampuannya untuk memberikan kebahagiaan kepada perempuan yang telah ia pilih dan ia cintai. Ia akan melakukan hal2 baru yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Pemberian dan perhatian tersebut akan terus berlangsung selama perempuan memberikan tanggapan dan penghargaan kepada laki-laki.
Laki-laki sangat sulit meneruskan ikatan dengan perempuan yang tidak bisa membuat laki-laki merasa bahwa perempuan tersebut membutuhkan dirinya. Karena membuat kebahagiaan perempuan yang dicintainya bagi laki-laki merupakan hal yang sangat pokok dalam hidupnya. Apabila hubungan cinta keduanya sampai pada tingkatan rendah dan mendekatai kemusnahan, maka satu hal yang bisa menghidupkan kembali yaitu, buatlah laki-laki merasa bahwa perempuan membutuhkan dirinya.
Ketika perempuan mencintai Laki-laki
Perempuan akan melihat laki-laki sebagai orang yang ia butuhkan dalam kehidupannya. Ia mengharapkan laki-laki tersebut bisa memberikan perhatian padanya, menghargai keperempuannya dan keadaannya, dan menghormati dirinya sebagai orang yang ingin selalu bersamanya dan menjadi sahabatnya. Menurut Perempuan, persahabatan mempunyai arti kebahagiaan dan kesenangan, karena dengan persahabatan ia dapat saling berbagi perasaan kasih sayang dan cinta, dan akhirnya menjadi intim (akrab dan dekat) dengan laki-laki tersebut. Ketika Perempuan merasa bahwa ia adalah orang yang dicintai dan berhak atas laki-laki tersebut, maka perasaan ini memberikan banyak kesenangan dan kebahagiaan.
Sikap Saling Menyalahkan
Dengan berjalannya waktu, laki-laki akan sampai pada tingkatan dimana ia melihat dirinya telah memberikan banyak sekali kepada perempuan. Demikian juga perempuan juga akan melihat bahwa dirinya telah memberikan sesuatu yang banyak juga, tetapi suatu ketika perempuan akan merasa bahwa yang diterimanya dari laki-laki lebih sedikit daripada haknya, tidak memperoleh yang diinginkan dan selalu kecewa, maka pada waktu itu ia akan melimpahkan kesalahan tersebut pada laki-laki. Ia marah pada laki-laki karena tidak memainkan perannya untuk memberi dan tidak membalas pemberian perempuan dengan pemberian yang seimbang. Disini perempuan akan merasa benar2 terzhalimi.
Namun salah besar bila perempuan melimpahkan kesalahan kepada laki-laki saja. Perempuan juga bertanggungjawab atas masalah tersebut. Berawal dari rasa cinta, dan ingin membantu laki-laki, perempuan pun menyumbang dalam permasalahan baru tersebut. Meski peran perempuan pasif tapi efektif dan besar sekali sumbangan permasalahannya. Demikian juga laki-laki yang tidak melakukan kewajibannya, tidak memberi dan tidak bekerjasama dalam memperbaiki hubungan mereka berdua, maka tidak berhak juga untuk merasa aneh dengan tindakan perempuan yang merasa pasif padanya, sehingga jangan sampai laki-laki juga melimpahkan kesalahan pada perempuan.
Pada dasarnya melimpahkan kesalahan pada salah satu pihak, tidak akan membantu dalam memecahkan permasalahan dan tidak mampu meningkatkan hubungan. Seharusnya keduanya saling memahami dengan penuh kasih sayang, kepercayaan, simpati, saling membantu, saling menerima, dan menghormati satu sama lain. Sebagai laki-laki harus ingat bahwa perempuan yang ada dihadapannya adalah perempuan yang ia cintai dengan sepenuh hati dan telah ia putuskan untuk selalu bersamanya, ia adalah perempuan yang mencintai dan setuju menikah dengannya. Ia adalah perempuan yang mencintainya dan berhak untuk dibantu dan dijaga. Bukan untuk disalahkan dan tidak dihormati.
Laki-laki harus berusaha mendengarkan pengaduan2nya, bagaimanapun cara perempuan mengadu. Walaupun dalam pengaduan terkadang terdapat sikap yang mencela laki-laki. Pengaduan perempuan ini merupakan bentuk usaha untuk mendapatkan ketenangan. Inilah cara perempuan mencari kepuasan agar tenang pikirannya. Laki-laki harus mengetahui bahwa mendengarkan keluhan perempuan akan membuat ia merasa tenang dan merasa diperhatikan laki-laki. Pada akhirnya akan mengembalikan kepercayaan dirinya, dan hatinya akan terbuka kembali untuk laki-laki.
Bagi perempuan, ketika terjadi suatu masalah, daripada menyalahkan dan menuduh laki-laki dengan sesuatu yang menyakitkan bahkan sampai menunjukkan pada laki-laki bahwa laki-laki tersebut telah mengabaikan kewajibannya kepada perempuan, sebaiknya perempuan juga ingat bahwa laki-laki tersebut adalah suaminya, orang yang ia impikan dan ia cintai. Dimana laki-laki tersebut telah memperlihatkan perilaku yang baik pada dirinya sehingga ia merasa cocok untuk selalu bersama dirinya. Maka tugas perempuan harus memaafkan, menyalami, dan menerima laki-laki atas semua yang ia lakukan, dan mentolerir kesalahannya. Percayalah bahwa suatu hari pasti akan datang hari dimana ia akan sadar atas kelalaiannya. Kemudian akan memperbaiki sikap dan melaksanakan kewajibannya. Perempuan harus percaya hal tersebut dan berusaha membantu laki-laki untuk sampai pada kesadaran itu, mendorongnya untuk melaksanakan kewajibannya.
Laki-laki yang sedang menghadapi permasalahan akan menumpahkan seluruh pikirannya untuk permasalahan tersebut. Ketika ia pulang ke rumah, sebenarnya pikirannya belum pulang, pikirannya masih sibuk dengan pekerjaannya, sehingga ketika ada orang yang ingin mengajak bicara ia akan merasa terganggu. Penyebabnya adalah pembicaraan tersebut telah memotong rangkaian pikirannya atau menjauhkan dia dari objek yang sedang ia pikirkan. Laki-laki akan terus bersikap seperti ini selama permasalahannya sulit dipecahkan, sarafnya akan tetap tegang dan mencari kesibukan dengan pekerjaan yang lain seperti membaca buku, koran, mendengar radio atau pekerjaan yang lain sampai
secara bertahap emosinya akan menjadi tenang.
Pada perempuan kenyataannya tidak seperti itu, perempuan akan berusaha menemukan orang yang dapat dipercaya (suami/perempuan lainnya) untuk diajak bicara dengan panjang lebar untuk menjelaskan permasalahannya. Inilah yang ditempuh perempuan untuk mendapatkan kepuasan pikiran dan ketenangan perasaan. Tabiat perempuan yang cenderung ekspansif ini akan merangkul semua permasalahan dalam waktu yang sama, berbeda dengan tabiat laki-laki yang fokus pada satu permasalahan. Pada kondisi ini perempuan akan kehilangan kemampuan untuk meletakkan mana yang lebih utama utk dikerjakan dan mana yang bisa ditunda, ini yang menyebabkan ia merasa sedih dan terbebani, kadang pelariannya adalah menangis. Laki-laki yg melihat perempuan sedang sedih maka respon laki-laki adalah kesal dan marah, dan yang terbayang pada dirinya bahwa ketika itu perempuan sedang berusaha menyalahkan laki-laki atas kesedihannya.
4. Dorongan yang saling bergantian antara laki-laki dan perempuan
Laki-laki akan merasa bergairah, kuat dan bersemangat apabila merasa perempuan membutuhkannya, dan bila perasaan tersebut semakin bertambah maka gairah dan ketertarikannya kepada perempuan tersebut akan semakin bertambah. Apabila laki-laki merasa perempaun tidak membutuhkan dirinya, maka gairahnya semakin mengecil, layu, kemudian hubungan antara keduanya akan mati.
Perempuan akan merasa bergairah, kuat, bersemangat dan tertarik pada laki-laki, ketika ia merasa laki-laki menghormati dan menghargai dirinya. Ketika perasaan perempuan tersebut makin bertambah maka ketertarikannya pada laki-laki akan bertambah pula. Apabila perempuan merasa laki-laki tidak menghormati dan tidak menghargai, maka gairahnya akan mengecil, berkurang, layu dan akhirnya ikatan keduanya akan mati.
Ketika Laki-laki mencintai perempuan
Ketika laki-laki mencintai perempuan, maka ia akan berusaha mengerahkan segala kemampuannya untuk memberikan kebahagiaan kepada perempuan yang telah ia pilih dan ia cintai. Ia akan melakukan hal2 baru yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Pemberian dan perhatian tersebut akan terus berlangsung selama perempuan memberikan tanggapan dan penghargaan kepada laki-laki.
Laki-laki sangat sulit meneruskan ikatan dengan perempuan yang tidak bisa membuat laki-laki merasa bahwa perempuan tersebut membutuhkan dirinya. Karena membuat kebahagiaan perempuan yang dicintainya bagi laki-laki merupakan hal yang sangat pokok dalam hidupnya. Apabila hubungan cinta keduanya sampai pada tingkatan rendah dan mendekatai kemusnahan, maka satu hal yang bisa menghidupkan kembali yaitu, buatlah laki-laki merasa bahwa perempuan membutuhkan dirinya.
Ketika perempuan mencintai Laki-laki
Perempuan akan melihat laki-laki sebagai orang yang ia butuhkan dalam kehidupannya. Ia mengharapkan laki-laki tersebut bisa memberikan perhatian padanya, menghargai keperempuannya dan keadaannya, dan menghormati dirinya sebagai orang yang ingin selalu bersamanya dan menjadi sahabatnya. Menurut Perempuan, persahabatan mempunyai arti kebahagiaan dan kesenangan, karena dengan persahabatan ia dapat saling berbagi perasaan kasih sayang dan cinta, dan akhirnya menjadi intim (akrab dan dekat) dengan laki-laki tersebut. Ketika Perempuan merasa bahwa ia adalah orang yang dicintai dan berhak atas laki-laki tersebut, maka perasaan ini memberikan banyak kesenangan dan kebahagiaan.
Sikap Saling Menyalahkan
Dengan berjalannya waktu, laki-laki akan sampai pada tingkatan dimana ia melihat dirinya telah memberikan banyak sekali kepada perempuan. Demikian juga perempuan juga akan melihat bahwa dirinya telah memberikan sesuatu yang banyak juga, tetapi suatu ketika perempuan akan merasa bahwa yang diterimanya dari laki-laki lebih sedikit daripada haknya, tidak memperoleh yang diinginkan dan selalu kecewa, maka pada waktu itu ia akan melimpahkan kesalahan tersebut pada laki-laki. Ia marah pada laki-laki karena tidak memainkan perannya untuk memberi dan tidak membalas pemberian perempuan dengan pemberian yang seimbang. Disini perempuan akan merasa benar2 terzhalimi.
Namun salah besar bila perempuan melimpahkan kesalahan kepada laki-laki saja. Perempuan juga bertanggungjawab atas masalah tersebut. Berawal dari rasa cinta, dan ingin membantu laki-laki, perempuan pun menyumbang dalam permasalahan baru tersebut. Meski peran perempuan pasif tapi efektif dan besar sekali sumbangan permasalahannya. Demikian juga laki-laki yang tidak melakukan kewajibannya, tidak memberi dan tidak bekerjasama dalam memperbaiki hubungan mereka berdua, maka tidak berhak juga untuk merasa aneh dengan tindakan perempuan yang merasa pasif padanya, sehingga jangan sampai laki-laki juga melimpahkan kesalahan pada perempuan.
Pada dasarnya melimpahkan kesalahan pada salah satu pihak, tidak akan membantu dalam memecahkan permasalahan dan tidak mampu meningkatkan hubungan. Seharusnya keduanya saling memahami dengan penuh kasih sayang, kepercayaan, simpati, saling membantu, saling menerima, dan menghormati satu sama lain. Sebagai laki-laki harus ingat bahwa perempuan yang ada dihadapannya adalah perempuan yang ia cintai dengan sepenuh hati dan telah ia putuskan untuk selalu bersamanya, ia adalah perempuan yang mencintai dan setuju menikah dengannya. Ia adalah perempuan yang mencintainya dan berhak untuk dibantu dan dijaga. Bukan untuk disalahkan dan tidak dihormati.
Laki-laki harus berusaha mendengarkan pengaduan2nya, bagaimanapun cara perempuan mengadu. Walaupun dalam pengaduan terkadang terdapat sikap yang mencela laki-laki. Pengaduan perempuan ini merupakan bentuk usaha untuk mendapatkan ketenangan. Inilah cara perempuan mencari kepuasan agar tenang pikirannya. Laki-laki harus mengetahui bahwa mendengarkan keluhan perempuan akan membuat ia merasa tenang dan merasa diperhatikan laki-laki. Pada akhirnya akan mengembalikan kepercayaan dirinya, dan hatinya akan terbuka kembali untuk laki-laki.
Bagi perempuan, ketika terjadi suatu masalah, daripada menyalahkan dan menuduh laki-laki dengan sesuatu yang menyakitkan bahkan sampai menunjukkan pada laki-laki bahwa laki-laki tersebut telah mengabaikan kewajibannya kepada perempuan, sebaiknya perempuan juga ingat bahwa laki-laki tersebut adalah suaminya, orang yang ia impikan dan ia cintai. Dimana laki-laki tersebut telah memperlihatkan perilaku yang baik pada dirinya sehingga ia merasa cocok untuk selalu bersama dirinya. Maka tugas perempuan harus memaafkan, menyalami, dan menerima laki-laki atas semua yang ia lakukan, dan mentolerir kesalahannya. Percayalah bahwa suatu hari pasti akan datang hari dimana ia akan sadar atas kelalaiannya. Kemudian akan memperbaiki sikap dan melaksanakan kewajibannya. Perempuan harus percaya hal tersebut dan berusaha membantu laki-laki untuk sampai pada kesadaran itu, mendorongnya untuk melaksanakan kewajibannya.
Apabila laki-laki telah melakukan hal itu, maka sebaik-baiknya yang harus dilakukan perempuan adalah menampakkan kebahagiaannya. Karena semua yang dilakukan laki-laki tersebut adalah untuk diri dan keluarganya. Ingatlah bahwa rahasia agar laki-laki memberi adalah "perempuan merasa kagum dengan laki-laki dan merasa bahagia atas semua yang dilakukan laki-laki".
BELAJAR MENERIMA PEMBERIAN
Hal yang ditakutkan istri adalah bila suami menganggap dirinya banyak menuntut. Kemudian suami bosan/jemu padanya, setelah itu menjadi mengabaikan dirinya serta menolak permintaannya. Perasaan tertolak dan terabaikan adalah perasaan yang menyakitkan bagi seorang perempuan, karena secara tidak disadari ia merasa dirinya tidak berhak menerima pemberian dari laki-laki. Dan secara tidak disadari juga telah menimbulkan perasaan takut ketika membutuhkan orang lain. Sehingga ia akan menghindari meminta bantuan dan pertolongan serta berusaha memahami perasaannya sendiri tanpa perlu meminta pertolongan pada laki-laki.
Ketika laki-laki melihat perempuan menghindari meminta tolong kepadanya maka ia akan merasa gelisah dan marah dengan tindakan perempuan tersebut. Penyebabnya adalah adanya keyakinan yang salah pada perempuan bahwa perempuan tidak boleh meminta pertolongan kepada dirinya, karena tidak percaya kepada kemampuannya. Padahal yang mendorong laki-laki untuk memberi dan terus memberi adalah perasaan dirinya bahwa orang lain membutuhkan dia.
Pada diri perempuan, ada anggapan bahwa laki-laki marah padanya karena banyaknya permintaan padanya. Pemahaman seperti ini adalah keliru. Padahal sebenarnya ketika perempuan berhenti meminta pertolongan pada laki-laki sama artinya dengan membuat laki-laki menjadi kesal. Dalam pandangan laki-laki, dengan meminta pertolongan berarti perempuan percaya padanya dan mengharap dia mengerahkan upayanya untuk mewujudkan permintaan tersebut. Perasaan inilah yang membuat laki-laki kuat dan mendorongnya lebih banyak memberi.
BELAJAR MEMBERI
Ketakutan yang paling dalam pada diri laki-laki adalah adanya perasaan tidak kufu' (seimbang). Untuk mengalahkan perasaan itu, ia harus konsentrasi pada pengembangan diri dan berusaha memperjuangkan hidup dan dirinya hingga sampai pada tingkatan yang seimbang. Sebagaimana perempuan takut untuk "menerima pemberian dan ditolak permintaannya", maka laki-laki takut untuk "memberi dan menawarkan". Laki-laki yang memberi pada perempuan berarti ia menanggung resiko gagal, dikritik atau tidak diterima oleh perempuan. Perempuan yang yang mengkritik atau tidak menerima sesuatu yang diberikan oleh laki-laki akan melukai perasaan laki-laki, dan membuat ia menyembunyikan atau membatalkan keinginannya.
Agar laki-laki mau belajar bagaimana memberi, maka ia harus mengetahui bahwa melakukan kesalahan dan kegagalan tidaklah apa-apa. Kegagalan adalah syarat meraih keberhasilan, karena itu laki-laki harus terdorong dan membiasakan diri untuk memberi dan menjauhi perasaan ketakutan tersebut. Sebab ketakutan itu hanya akan menghilangkan kesempatan berharga untuk bisa mendatangkan kebahagiaan
pada diri dan orang yang dicintainya.
Tabiat perempuan sangat perasa. Ia merasa ditolak oleh laki-laki ketika melihat laki-laki tidak perhatian padanya, pada permintaanya dan kebutuhannya. Laki-laki juga sangat perasa, ia akan merasa gagal ketika melihat perempuan banyak mengeluh padanya. Ketika perempuan mulai mengeluh, maka laki-laki tidak siap memasang telinga untuk mendengarkan dengan baik, karena laki-laki tidak senang mendengar keluhan tapi laki-laki senang menjadi pahlawan dihadapan perempuan dan mendengarkan pujian darinya. Keluhan berarti kegagalan dan dalam waktu yang sama hal itu menguatkan ketakutan laki-laki pada alam bawah sadarnya. Ketakutan itu juga akan menguatkan keyakinan ketidakseimbangan dirinya. Perempuan tidak mengetahui bahwa laki-laki juga membutuhkan cinta. Cinta akan mengangkat nilai dan arti laki-laki dan membuat ia seimbang serta bisa mencukupi kebutuhan orang lain. Hal inilah yang mampu mendorong laki-laki lebih mengerahkan upaya untuk selalu banyak memberi.
5. PERBEDAAN CARA BICARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
Ketika laki-laki mengatakan sesuatu kepada perempuan maka jarang sekali perempuan memahami sebagaimana yang dikehendaki laki-laki, demikian juga sebaliknya. Contohnya : "Aku merasa sepertinya kamu sama sekali tidak mendengarkan yang aku katakan" sebenarnya perempuan tidak bermaksud mengatakan bahwa laki-laki sama sekali tidak mendengarkan dia, ini hanyalah ungkapan dari puncak kekesalan perempuan pada waktu itu.
Ketika perempuan berbicara, biasanya menggunakan kata tertentu dalam bicaranya, seperti menggunakan bentuk melebih-lebihkan, menyangatkan, kiasan atau bisa metafora. Inilah yang tidak bisa dipahami laki-laki. Karena itu, respon laki-laki pada pernyataan tersebut akan sebanding atau bisa lebih besar dari maksud sebenarnya yang diucapkan oleh perempuan. Untuk menjelaskan perbedaan pemahaman ini, berikut contohnya:
Yang dikatakan perempuan:
1. Kita selalu dirumah, tidak pernah keluar sama sekali.
2. Aku lelah sama sekali, tidak bisa melakukan apa-apa.
3. Aku ingin melupakan segala-galanya.
4. Kamu tidak mencintaiku lagi.
5. Aku ingin merasakan kasih sayang dan cintamu.
Pemahaman dan jawaban laki-laki:
1. Ini bohong, minggu lalu kita sudah keluar.
2. Ini tidak masuk akal, kamu tidak diam terus.
3. Bila kamu tidak senang dengan pekerjaanmu ini, kamu harus mengajukan pengunduran diri.
4. Tentu saja aku mencintaimu, ini yang membuatku berada dihadapanmu.
5. Apakah maksudmu kasih sayang dan cintaku telah mati!?
Dari contoh terlihat, laki-laki terbiasa mengungkapkan permasalahan dengan memilih kata2 yang sesuai dan dapat menjelaskan makna sesungguhnya. Karena itulah ketika ia mendengar perkataan perempuan yang menggunakan banyak kata dilebih-lebihkan, kiasan dan metafora, laki-laki akan memahami perkataan tersebut sesuai teksnya, menganggap perkataan itu memiliki satu makna, tidak memiliki arti yang lain, dan setiap kata menurutnya juga memiliki makna yang sama.
BELAJAR MENERIMA PEMBERIAN
Hal yang ditakutkan istri adalah bila suami menganggap dirinya banyak menuntut. Kemudian suami bosan/jemu padanya, setelah itu menjadi mengabaikan dirinya serta menolak permintaannya. Perasaan tertolak dan terabaikan adalah perasaan yang menyakitkan bagi seorang perempuan, karena secara tidak disadari ia merasa dirinya tidak berhak menerima pemberian dari laki-laki. Dan secara tidak disadari juga telah menimbulkan perasaan takut ketika membutuhkan orang lain. Sehingga ia akan menghindari meminta bantuan dan pertolongan serta berusaha memahami perasaannya sendiri tanpa perlu meminta pertolongan pada laki-laki.
Ketika laki-laki melihat perempuan menghindari meminta tolong kepadanya maka ia akan merasa gelisah dan marah dengan tindakan perempuan tersebut. Penyebabnya adalah adanya keyakinan yang salah pada perempuan bahwa perempuan tidak boleh meminta pertolongan kepada dirinya, karena tidak percaya kepada kemampuannya. Padahal yang mendorong laki-laki untuk memberi dan terus memberi adalah perasaan dirinya bahwa orang lain membutuhkan dia.
Pada diri perempuan, ada anggapan bahwa laki-laki marah padanya karena banyaknya permintaan padanya. Pemahaman seperti ini adalah keliru. Padahal sebenarnya ketika perempuan berhenti meminta pertolongan pada laki-laki sama artinya dengan membuat laki-laki menjadi kesal. Dalam pandangan laki-laki, dengan meminta pertolongan berarti perempuan percaya padanya dan mengharap dia mengerahkan upayanya untuk mewujudkan permintaan tersebut. Perasaan inilah yang membuat laki-laki kuat dan mendorongnya lebih banyak memberi.
BELAJAR MEMBERI
Ketakutan yang paling dalam pada diri laki-laki adalah adanya perasaan tidak kufu' (seimbang). Untuk mengalahkan perasaan itu, ia harus konsentrasi pada pengembangan diri dan berusaha memperjuangkan hidup dan dirinya hingga sampai pada tingkatan yang seimbang. Sebagaimana perempuan takut untuk "menerima pemberian dan ditolak permintaannya", maka laki-laki takut untuk "memberi dan menawarkan". Laki-laki yang memberi pada perempuan berarti ia menanggung resiko gagal, dikritik atau tidak diterima oleh perempuan. Perempuan yang yang mengkritik atau tidak menerima sesuatu yang diberikan oleh laki-laki akan melukai perasaan laki-laki, dan membuat ia menyembunyikan atau membatalkan keinginannya.
Agar laki-laki mau belajar bagaimana memberi, maka ia harus mengetahui bahwa melakukan kesalahan dan kegagalan tidaklah apa-apa. Kegagalan adalah syarat meraih keberhasilan, karena itu laki-laki harus terdorong dan membiasakan diri untuk memberi dan menjauhi perasaan ketakutan tersebut. Sebab ketakutan itu hanya akan menghilangkan kesempatan berharga untuk bisa mendatangkan kebahagiaan
pada diri dan orang yang dicintainya.
Tabiat perempuan sangat perasa. Ia merasa ditolak oleh laki-laki ketika melihat laki-laki tidak perhatian padanya, pada permintaanya dan kebutuhannya. Laki-laki juga sangat perasa, ia akan merasa gagal ketika melihat perempuan banyak mengeluh padanya. Ketika perempuan mulai mengeluh, maka laki-laki tidak siap memasang telinga untuk mendengarkan dengan baik, karena laki-laki tidak senang mendengar keluhan tapi laki-laki senang menjadi pahlawan dihadapan perempuan dan mendengarkan pujian darinya. Keluhan berarti kegagalan dan dalam waktu yang sama hal itu menguatkan ketakutan laki-laki pada alam bawah sadarnya. Ketakutan itu juga akan menguatkan keyakinan ketidakseimbangan dirinya. Perempuan tidak mengetahui bahwa laki-laki juga membutuhkan cinta. Cinta akan mengangkat nilai dan arti laki-laki dan membuat ia seimbang serta bisa mencukupi kebutuhan orang lain. Hal inilah yang mampu mendorong laki-laki lebih mengerahkan upaya untuk selalu banyak memberi.
5. PERBEDAAN CARA BICARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
Ketika laki-laki mengatakan sesuatu kepada perempuan maka jarang sekali perempuan memahami sebagaimana yang dikehendaki laki-laki, demikian juga sebaliknya. Contohnya : "Aku merasa sepertinya kamu sama sekali tidak mendengarkan yang aku katakan" sebenarnya perempuan tidak bermaksud mengatakan bahwa laki-laki sama sekali tidak mendengarkan dia, ini hanyalah ungkapan dari puncak kekesalan perempuan pada waktu itu.
Ketika perempuan berbicara, biasanya menggunakan kata tertentu dalam bicaranya, seperti menggunakan bentuk melebih-lebihkan, menyangatkan, kiasan atau bisa metafora. Inilah yang tidak bisa dipahami laki-laki. Karena itu, respon laki-laki pada pernyataan tersebut akan sebanding atau bisa lebih besar dari maksud sebenarnya yang diucapkan oleh perempuan. Untuk menjelaskan perbedaan pemahaman ini, berikut contohnya:
Yang dikatakan perempuan:
1. Kita selalu dirumah, tidak pernah keluar sama sekali.
2. Aku lelah sama sekali, tidak bisa melakukan apa-apa.
3. Aku ingin melupakan segala-galanya.
4. Kamu tidak mencintaiku lagi.
5. Aku ingin merasakan kasih sayang dan cintamu.
Pemahaman dan jawaban laki-laki:
1. Ini bohong, minggu lalu kita sudah keluar.
2. Ini tidak masuk akal, kamu tidak diam terus.
3. Bila kamu tidak senang dengan pekerjaanmu ini, kamu harus mengajukan pengunduran diri.
4. Tentu saja aku mencintaimu, ini yang membuatku berada dihadapanmu.
5. Apakah maksudmu kasih sayang dan cintaku telah mati!?
Dari contoh terlihat, laki-laki terbiasa mengungkapkan permasalahan dengan memilih kata2 yang sesuai dan dapat menjelaskan makna sesungguhnya. Karena itulah ketika ia mendengar perkataan perempuan yang menggunakan banyak kata dilebih-lebihkan, kiasan dan metafora, laki-laki akan memahami perkataan tersebut sesuai teksnya, menganggap perkataan itu memiliki satu makna, tidak memiliki arti yang lain, dan setiap kata menurutnya juga memiliki makna yang sama.
Disinilah awal terjadi permasalahan yang tidak mendasar tersebut. Perkataan laki-laki juga sulit dipahami oleh perempuan, biasanya makna yang dipahami perempuan berbeda dengan maksud sebenarnya. Dan sangat dimungkinkan tidak sesuai dengan keinginan perempuan. Hal ini juga akan menimbulkan permasalahan.
PERBEDAAN MENGAMBIL KEPUTUSAN
Realitas ilmiah mengatakan bahwa cara berpikir laki-laki adalah dengan cara konsentratif atau memusat, sedangkan cara berpikir perempuan adalah dengan ekspansif atau menjelajah. Karena perempuan memiliki ciri menjelajah pada semua cakrawala, kadang terlihat ia bermusyawarah dengan orang lain dan meminta pendapatnya. Setelah bermusyawarah ia akan mengambil keputusan.
Laki-laki dengan tabiat konsentrasinya akan bertindak berbeda sama sekali dengan perempuan. Ia akan berpikir sendiri setelah itu baru mengambil keputusan. Terkadang setelah itu ia akan menyampaikan pemikirannya kepada seseorang untuk dimusyawarahkan. Namun setelah musyawarah terkadang laki-laki tetap pada pandangannya sendiri dan kadang ia bisa merubah sikapnya/keputusannya semula.
Tanpa memahami dan mengetahui perbedaan dalam mengambil keputusan ini bukan hal yang yang mustahil jika permasalahan muncul. Sungguh, bila laki-laki mengambil keputusan lalu mengutarakannya kepada perempuan untuk meminta pendapatnya, perempuan akan merasa kesal dan marah, karena mengira laki-laki tidak memperhatikan perasaan dan pendapatnya. Sebab menurut perempuan, keputusan laki-laki sudah final.
Sebenarnya laki-laki tidak bermaksud berbuat seperti yang dipahami oleh perempuan. Buktinya ia mengupayakan musyawarah dengannya. Seandainya perempuan memiliki pendapat yang bisa merubah, maka laki-laki siap untuk mendengarkan dan mendiskusikannya. Laki-laki siap walaupun sampai merubah keputusannya apabila arah pandangan perempuan lebih benar. Laki-laki akan menghargai jawaban perempuan, dan jawaban tersebut akan menjadi pertimbangan yang besar bagi laki-laki.
Ketika perempuan tetap saja diam dan tidak merespon laki-laki, maka laki-laki akan berkeyakinan bahwa diamnya berarti setuju. Laki-laki tidak tahu bahwa diamnya perempuan adalah upaya untuk mengembalikan kesadarannya yang telah hilang karena adanya serangan yang ia dengar, yaitu serangan egoisme laki-laki yang dalam mengambil keputusan tidak mengikutsertakan perempuan.
Laki-laki akan marah besar dengan cara perempuan yang "demokratis" dalam usaha mengambil keputusan. Karena perempuanoses ini menurut laki-laki sangat lama dan menjemukan. Perempuan sebelum mengambil keputusan akan berusaha mendalami dan mencari pengetahuan tambahan. Inilah yang membuat laki-laki menduga perempuan itu kadang bodoh, atau pura-pura tidak tahu. Padahal sebenarnya perempuan, karena tabiatnya yang khas, ingin menyelami dan jauh masuk kedalam pokok permasalahan untuk mengetahui segala kemungkinan sebelum mengambil keputusan.
Contoh:
Suami: "Pameran buku akan dibuka hari kamis mendatang, aku yakin ini kesempatan tepat untuk mengunjunginya dan membaca-baca buku-buku terbaru".
Istri: "Aku tidak tahu itu, aku tidak memikirkan masalah tersebut".
"Aku tidak tahu", itulah ungkapan yang diucapkan istri untuk mengetahui lebih dalam permasalahan tersebut. Dia juga berusaha mengaitkan kunjungan tersebut dengan masalah kehidupan sehari-hari lainnya. Setelah itu baru mengeluarkan pendapat dan jawaban. Adapun yang dipahami laki-laki dari perkataan "aku tidak tahu" adalah penolakan perempuan pada usulnya. Laki-laki menyangka istrinya menolak pendapatnya dan ia akan berkata dalam hatinya: "Aku tidak senang perkataan itu. Ini perempuanoses yang bertele-tele. Bila ia tidak senang pergi mengapa tidak mengatakan dengan jelas? Ia benar-benar perempuan yang ingin berkuasa".
Hal ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, alangkah baiknya bila perempuan mengatakan:
"Aku yakin ini pemikiran baik, namun aku butuh waktu untuk memikirkan permasalahan tersebut. Aku sungguh-sungguh menghargaimu, aku harap kamu bersabar", atau
"Kamu telah melontarkan pemikiran yang bagus, biarkan kami bicara dengan anak2 dan kita bisa mengetahui apakah mereka mau bepergian." atau,
"Sejak dulu kita tidak pernah pergi ke tempat yang seperti ini. Ini usul yang istimewa. Apakah kamu bisa memberi waktu kepadaku untuk berfikir sebelum kamu memutuskan hal itu?"
Jawaban-jawaban tersebut akan menolong laki-laki bersikap sabar dan membantunya terbebas dari permasalahan.
sumber : klik pada judul
PERBEDAAN MENGAMBIL KEPUTUSAN
Realitas ilmiah mengatakan bahwa cara berpikir laki-laki adalah dengan cara konsentratif atau memusat, sedangkan cara berpikir perempuan adalah dengan ekspansif atau menjelajah. Karena perempuan memiliki ciri menjelajah pada semua cakrawala, kadang terlihat ia bermusyawarah dengan orang lain dan meminta pendapatnya. Setelah bermusyawarah ia akan mengambil keputusan.
Laki-laki dengan tabiat konsentrasinya akan bertindak berbeda sama sekali dengan perempuan. Ia akan berpikir sendiri setelah itu baru mengambil keputusan. Terkadang setelah itu ia akan menyampaikan pemikirannya kepada seseorang untuk dimusyawarahkan. Namun setelah musyawarah terkadang laki-laki tetap pada pandangannya sendiri dan kadang ia bisa merubah sikapnya/keputusannya semula.
Tanpa memahami dan mengetahui perbedaan dalam mengambil keputusan ini bukan hal yang yang mustahil jika permasalahan muncul. Sungguh, bila laki-laki mengambil keputusan lalu mengutarakannya kepada perempuan untuk meminta pendapatnya, perempuan akan merasa kesal dan marah, karena mengira laki-laki tidak memperhatikan perasaan dan pendapatnya. Sebab menurut perempuan, keputusan laki-laki sudah final.
Sebenarnya laki-laki tidak bermaksud berbuat seperti yang dipahami oleh perempuan. Buktinya ia mengupayakan musyawarah dengannya. Seandainya perempuan memiliki pendapat yang bisa merubah, maka laki-laki siap untuk mendengarkan dan mendiskusikannya. Laki-laki siap walaupun sampai merubah keputusannya apabila arah pandangan perempuan lebih benar. Laki-laki akan menghargai jawaban perempuan, dan jawaban tersebut akan menjadi pertimbangan yang besar bagi laki-laki.
Ketika perempuan tetap saja diam dan tidak merespon laki-laki, maka laki-laki akan berkeyakinan bahwa diamnya berarti setuju. Laki-laki tidak tahu bahwa diamnya perempuan adalah upaya untuk mengembalikan kesadarannya yang telah hilang karena adanya serangan yang ia dengar, yaitu serangan egoisme laki-laki yang dalam mengambil keputusan tidak mengikutsertakan perempuan.
Laki-laki akan marah besar dengan cara perempuan yang "demokratis" dalam usaha mengambil keputusan. Karena perempuanoses ini menurut laki-laki sangat lama dan menjemukan. Perempuan sebelum mengambil keputusan akan berusaha mendalami dan mencari pengetahuan tambahan. Inilah yang membuat laki-laki menduga perempuan itu kadang bodoh, atau pura-pura tidak tahu. Padahal sebenarnya perempuan, karena tabiatnya yang khas, ingin menyelami dan jauh masuk kedalam pokok permasalahan untuk mengetahui segala kemungkinan sebelum mengambil keputusan.
Contoh:
Suami: "Pameran buku akan dibuka hari kamis mendatang, aku yakin ini kesempatan tepat untuk mengunjunginya dan membaca-baca buku-buku terbaru".
Istri: "Aku tidak tahu itu, aku tidak memikirkan masalah tersebut".
"Aku tidak tahu", itulah ungkapan yang diucapkan istri untuk mengetahui lebih dalam permasalahan tersebut. Dia juga berusaha mengaitkan kunjungan tersebut dengan masalah kehidupan sehari-hari lainnya. Setelah itu baru mengeluarkan pendapat dan jawaban. Adapun yang dipahami laki-laki dari perkataan "aku tidak tahu" adalah penolakan perempuan pada usulnya. Laki-laki menyangka istrinya menolak pendapatnya dan ia akan berkata dalam hatinya: "Aku tidak senang perkataan itu. Ini perempuanoses yang bertele-tele. Bila ia tidak senang pergi mengapa tidak mengatakan dengan jelas? Ia benar-benar perempuan yang ingin berkuasa".
Hal ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, alangkah baiknya bila perempuan mengatakan:
"Aku yakin ini pemikiran baik, namun aku butuh waktu untuk memikirkan permasalahan tersebut. Aku sungguh-sungguh menghargaimu, aku harap kamu bersabar", atau
"Kamu telah melontarkan pemikiran yang bagus, biarkan kami bicara dengan anak2 dan kita bisa mengetahui apakah mereka mau bepergian." atau,
"Sejak dulu kita tidak pernah pergi ke tempat yang seperti ini. Ini usul yang istimewa. Apakah kamu bisa memberi waktu kepadaku untuk berfikir sebelum kamu memutuskan hal itu?"
Jawaban-jawaban tersebut akan menolong laki-laki bersikap sabar dan membantunya terbebas dari permasalahan.
sumber : klik pada judul
Rabu, 07 Juli 2010
24 Renungan tentang Hidup, Cinta, dan Persahabatan
Dari Notes Facebook seorang kawan :
1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.
2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang, sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.
3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.
5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.
7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.
8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula.
9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.
10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.
11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.
12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.
13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.
14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.
15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap peduli padanya.
16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.
17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.
18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.
19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.
20. Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.
21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu.
23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.
24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum - jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.
Sumber: anonymous
1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.
2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang, sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.
3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.
5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.
7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.
8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula.
9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.
10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.
11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.
12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.
13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.
14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.
15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap peduli padanya.
16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.
17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.
18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.
19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.
20. Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.
21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu.
23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.
24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum - jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.
Sumber: anonymous
Rabu, 12 Mei 2010
Sebuah cobaan dan peringatan
Kamis, 6 Mei 2010
Hari itu, aku dan temanku, Andi melakukan perjalanan ke Bogor dengan menggunakan motor Andi, Bajaj Pulsar 180 cc. Agenda hari itu adalah mengambil STNK motor yang baru beberapa pekan dibelinya itu dari seseorang di Kaskus. Kuiyakan ajakannya sehari sebelumnya karena saat itu aku sedang ingin refreshing sebelum ujian dan aku agak kasihan padanya kalau dia pergi sendirian ke Bogor, pasti dia kesepian :-P
Mungkin dia tidak enak, karena mengajakku melakukan perjalanan, tapi hanya untuk menemaninya mengambil STNK sehingga dia juga mengajakku untuk shalat dhuhur di Puncak dan kemudian berwisata kuliner sepulang dari sana. Tak ada yang menyangk, bahwa hari itu Allah akan memberi cobaan pada kami berdua.
Setelah urusan STNK beres, kami pun melanjutkan agenda kami untuk jalan-jalan di Puncak. Sempat aku memintanya untuk mencari ATM BRI karena aku khawatir uang di dompetku tak cukup untuk sekedar membayari makan siangku nanti. Setelah beberapa ATM ternyata tidak bisa membantu kami, akhirnya kami menemukan ATM di RSP dr. M. Gunawan di daerah Cisarua. Setelah mengambil uang secukupnya, kami melanjutkan lagi perjalanan kami ke atas. Puncaknya Puncak, itulah pikirku saat temanku itu membawaku makin naik ke bagian Puncak yang belum pernah kulewati sebelumnya.
Untung takdapat diraih dan malang tak dapat ditolak, ternyata Puncak yang indah itu, kebun-kebun teh yang hijau menjadi saksi bisu saat-saat Allah mengingatkan kami akan Kekuasaan dan Kebesaran-Nya. Disaat motor yang kami naiki membelok di jalan yang agak menanjak, ternyata dari arah berlawanan ada angkot bercat putih yang menyalip deretan mobil di depannya. Angkot itu menyalip dengan mengambil 2/3 badan jalan tempat kami berada. Yang kuingat, saat itu Andi sempat membanting kemudi motornya ke arah kiri dan demikian juga dengan angkot itu.
Tabrakan pun tak terelakkan, antara stang motor dan bodi angkot. Motor yang kami naiki oleng dan jatuh ke samping kanan. Alhamdulillah aku masih tersadar saat itu. Aku ingat saat aku jatuh dan ketika helmku bersentuhan dengan aspal, kesadaranku langsung bangkit. Saat itu juga aku bangkit dan melihat keadaan. Kucari dimana angkot itu berada dan mataku memandang sekelilingku mencari keberadaan temanku. Sungguh suatu pemandangan yang sangat mengejutkanku ketika kulihat Andi sudah terduduk di tanah dengan kaki kanan yang koyak. Jari-jari kaki kanannya seolah telah lepas dari tulang telapaknya. Dan ketika kulihat jempol kakinya yang patah dan memperlihatkan tulangnya, aku hanya bisa terkejut. Kupanggil orang-orang disekitar sana untuk membantu mengangkatnya ke pinggir dan mengurus motornya.
Untunglah ada seorang wanita yang baik hati yang mau membantu kami. Dia adalah penumpang angkot yang menabrak kami dan saat kejadian, dia duduk di kursi depan. Namanya Mbak Ita. Berkat bantuannya kami bisa meminta pertanggungjawaban sopir angkot tersebut. Segera Andi dibawa ke rumah sakit terdekat, yang ternyata adalah RSP yang kami kunjungi saat kami mencari ATM tadi. Alhamdulillah, aku tak mengalami luka yang parah. Hanya lecet-lecet kecil, sedikit memar dan jaket yang robek yang menjadi penanda bahwa aku juga salah satu korban dalam kecelakaan itu.
Setelah mengurus administrasi RS, aku baru tahu bahwa Andi harus dioperasi dan jempol kaki kanannya harus diamputasi. Ya Allah, betapa terkejutnya aku. Tak terbayangkan sama sekali dalam hidupku akan mengalami kejadian seperti ini pada orang-orang dekatku. Segera kutelepon Eko, temanku yang juga teman kost Andi. Kukatakan semua yang terjadi dan dia berjanji akan datang. Tepat setelah selesai operasi, Eko datang bersama Davied ke RS.
Mereka yang menemani Andi saat aku mengurus administrasi RS, dan Eko pun banyak membantuku mengurus administrasi disana, terutama di hari terakhir menjelang kepulangan kami ke Jakarta. Malam harinya, sopir angkot tersebut datang bersama dengan perwakilan dari pemilik angkot. Setelah berunding, akhirnya disepakati bahwa hal ini diselesaikan secara kekeluargaan.
Bagian selanjutnya tak perlu aku ceritakan. Bagiku, cerita ini adalah peringatan. Peringatan bahwa kematian itu sangat dekat dengan kita. Peringatan tentang besarnya kekuasaan Allah atas hamba-Nya. Peringatan tentang betapa banyaknya nikmat Allah yang aku ataupun kita sia-siakan, yang kita lupakan dan tidak kita syukuri.
Untuk temanku Andi, semoga Allah menguatkanmu atas seluruh rasa sakitmu, menguatkanmu diatas kesabaran dan mengikhlaskanmu atas apa yang telah Diambil-Nya darimu.
Syafakallah
Hari itu, aku dan temanku, Andi melakukan perjalanan ke Bogor dengan menggunakan motor Andi, Bajaj Pulsar 180 cc. Agenda hari itu adalah mengambil STNK motor yang baru beberapa pekan dibelinya itu dari seseorang di Kaskus. Kuiyakan ajakannya sehari sebelumnya karena saat itu aku sedang ingin refreshing sebelum ujian dan aku agak kasihan padanya kalau dia pergi sendirian ke Bogor, pasti dia kesepian :-P
Mungkin dia tidak enak, karena mengajakku melakukan perjalanan, tapi hanya untuk menemaninya mengambil STNK sehingga dia juga mengajakku untuk shalat dhuhur di Puncak dan kemudian berwisata kuliner sepulang dari sana. Tak ada yang menyangk, bahwa hari itu Allah akan memberi cobaan pada kami berdua.
Setelah urusan STNK beres, kami pun melanjutkan agenda kami untuk jalan-jalan di Puncak. Sempat aku memintanya untuk mencari ATM BRI karena aku khawatir uang di dompetku tak cukup untuk sekedar membayari makan siangku nanti. Setelah beberapa ATM ternyata tidak bisa membantu kami, akhirnya kami menemukan ATM di RSP dr. M. Gunawan di daerah Cisarua. Setelah mengambil uang secukupnya, kami melanjutkan lagi perjalanan kami ke atas. Puncaknya Puncak, itulah pikirku saat temanku itu membawaku makin naik ke bagian Puncak yang belum pernah kulewati sebelumnya.
Untung takdapat diraih dan malang tak dapat ditolak, ternyata Puncak yang indah itu, kebun-kebun teh yang hijau menjadi saksi bisu saat-saat Allah mengingatkan kami akan Kekuasaan dan Kebesaran-Nya. Disaat motor yang kami naiki membelok di jalan yang agak menanjak, ternyata dari arah berlawanan ada angkot bercat putih yang menyalip deretan mobil di depannya. Angkot itu menyalip dengan mengambil 2/3 badan jalan tempat kami berada. Yang kuingat, saat itu Andi sempat membanting kemudi motornya ke arah kiri dan demikian juga dengan angkot itu.
Tabrakan pun tak terelakkan, antara stang motor dan bodi angkot. Motor yang kami naiki oleng dan jatuh ke samping kanan. Alhamdulillah aku masih tersadar saat itu. Aku ingat saat aku jatuh dan ketika helmku bersentuhan dengan aspal, kesadaranku langsung bangkit. Saat itu juga aku bangkit dan melihat keadaan. Kucari dimana angkot itu berada dan mataku memandang sekelilingku mencari keberadaan temanku. Sungguh suatu pemandangan yang sangat mengejutkanku ketika kulihat Andi sudah terduduk di tanah dengan kaki kanan yang koyak. Jari-jari kaki kanannya seolah telah lepas dari tulang telapaknya. Dan ketika kulihat jempol kakinya yang patah dan memperlihatkan tulangnya, aku hanya bisa terkejut. Kupanggil orang-orang disekitar sana untuk membantu mengangkatnya ke pinggir dan mengurus motornya.
Untunglah ada seorang wanita yang baik hati yang mau membantu kami. Dia adalah penumpang angkot yang menabrak kami dan saat kejadian, dia duduk di kursi depan. Namanya Mbak Ita. Berkat bantuannya kami bisa meminta pertanggungjawaban sopir angkot tersebut. Segera Andi dibawa ke rumah sakit terdekat, yang ternyata adalah RSP yang kami kunjungi saat kami mencari ATM tadi. Alhamdulillah, aku tak mengalami luka yang parah. Hanya lecet-lecet kecil, sedikit memar dan jaket yang robek yang menjadi penanda bahwa aku juga salah satu korban dalam kecelakaan itu.
Setelah mengurus administrasi RS, aku baru tahu bahwa Andi harus dioperasi dan jempol kaki kanannya harus diamputasi. Ya Allah, betapa terkejutnya aku. Tak terbayangkan sama sekali dalam hidupku akan mengalami kejadian seperti ini pada orang-orang dekatku. Segera kutelepon Eko, temanku yang juga teman kost Andi. Kukatakan semua yang terjadi dan dia berjanji akan datang. Tepat setelah selesai operasi, Eko datang bersama Davied ke RS.
Mereka yang menemani Andi saat aku mengurus administrasi RS, dan Eko pun banyak membantuku mengurus administrasi disana, terutama di hari terakhir menjelang kepulangan kami ke Jakarta. Malam harinya, sopir angkot tersebut datang bersama dengan perwakilan dari pemilik angkot. Setelah berunding, akhirnya disepakati bahwa hal ini diselesaikan secara kekeluargaan.
Bagian selanjutnya tak perlu aku ceritakan. Bagiku, cerita ini adalah peringatan. Peringatan bahwa kematian itu sangat dekat dengan kita. Peringatan tentang besarnya kekuasaan Allah atas hamba-Nya. Peringatan tentang betapa banyaknya nikmat Allah yang aku ataupun kita sia-siakan, yang kita lupakan dan tidak kita syukuri.
Untuk temanku Andi, semoga Allah menguatkanmu atas seluruh rasa sakitmu, menguatkanmu diatas kesabaran dan mengikhlaskanmu atas apa yang telah Diambil-Nya darimu.
Syafakallah
Kamis, 28 Januari 2010
Mie Aceh, tak perlu ke Aceh untuk menikmatinya (^_^)
Sesuai janji, kuliner yang ditampilkan dalam tulisan kedua ini adalah Mie Aceh & Roti Cane.Sepasang kuliner khas dari "Bumi Serambi Mekkah", Aceh.
Sedikit mengenai asal-usul perkenalanku dengan Mie Aceh. Dulu aku pernah Dinas Luar (DL) di Medan untuk training & instalasi pragram SIDJP di KPP Madya Medan. Bersama dengan beberapa orang teman, aku kost selama 10 hari di dekat Kantor Bulog. Kebiasaan pulang malam menyebabkan kami sedikit kesulitan mencari makan malam dan yang ada di sekitar situ hanya beberapa warung, salah satunya yang menjual Mie Aceh. Warung yang menurutku cara menghitungnya aneh. Awalnya kami berlima makan menghabiskan dana Rp 48.000, tapi saat kami hanya tinggal berempat, total yang harus dibayar adalah Rp 42.000. Sampai sekarrang aku ga mudheng logika matematika mana yang dipakai ma tu warung....
Ok, cukup dengan pengantarnya.....Langsung saja ke topik bahasan...
Lokasi Kampoeng Aceh cafe (tempat Mie Aceh yang akan dibahas) ada di Jalan Ceger, tepatnya di sebelah Cheger Motor (Ahass H*nda), berseberangan dengan Ahad Mart. Buat mahasiswa STAN yang pengin merasakan Mie Aceh, datang langsung aja. Yang punya cafe orangnya ramah kok, dan dari wajahnya, kelihatannya asli Aceh (ga sempet kenalan...ga pede soalnya).
Aku pesan mie special telur "goreng version" (perlu diketahui, Mie Aceh dapat disajikan dengan beberapa cara, diantaranya goreng, berkuah banyak, atau berkuah sedikit...tapi ga tau juga kalo di daerah asalnya), setelah kunjungan sebelumnya pesan yang mie cumi+udang...hehehe, penghematan lah. 'Pedas ya, Bang' kataku pada juru masaknya. Ga terlalu lama, datanglahh pesananku, Mie Aceh Special telur "Goreng Version". Sluurp....bayangkan saja bunyi yang kita keluarkan saat memakan Ind*mie atau mie instan lain. 'Hmmm...kok ga pedes ya...?'batinku. Agak mengecewakan juga, padahal aku mengahrapkan pada kunjungan kedua ini mie yang kusantap bisa lebih pedas dari yang pertama. Tak apalah, cukup seporsi ini mengobati kerinduanku atas kenangan di Medan dulu.
Untuk roti cane, rasanya boleh dibilang mirip dengan martabak Bangka yang biasa kita temui di kaki lima, hanya saja tampilan awalnya agak mirip kulit lumpia (^_^)v. Dengan balutan susu dan keju, roti cane yang kukira akan memberiku suatu sensai yang baru dalam memakan roti, ternyata hanya memberiku kesan seperti makanan kebanyakan. Bukan, bukannya rasa rotinya tidak enak. Hanya saja, aku mengharapkan sebuah keunikan rasa dari roti cane.
Overall, Mie Acehnya patut dicoba, karena dari segi rasa jauh melebihi Mie Aceh yang pernah aku makan pada saat ada acara 1st Organda Fair di Taman CD dulu. Jadi, ga ada salahnya buat STANner's mencoba pengalaman baru dalam wisata kuliner selama kuliah di kampus tercinta ini. Sisihkan sedikit uang jajan Insya Allah sudah cukup untuk bisa merasakan kuliner unik dari Bumi Serambi Mekkah ini.
Selamat mencoba...v(^_^)v
Sedikit mengenai asal-usul perkenalanku dengan Mie Aceh. Dulu aku pernah Dinas Luar (DL) di Medan untuk training & instalasi pragram SIDJP di KPP Madya Medan. Bersama dengan beberapa orang teman, aku kost selama 10 hari di dekat Kantor Bulog. Kebiasaan pulang malam menyebabkan kami sedikit kesulitan mencari makan malam dan yang ada di sekitar situ hanya beberapa warung, salah satunya yang menjual Mie Aceh. Warung yang menurutku cara menghitungnya aneh. Awalnya kami berlima makan menghabiskan dana Rp 48.000, tapi saat kami hanya tinggal berempat, total yang harus dibayar adalah Rp 42.000. Sampai sekarrang aku ga mudheng logika matematika mana yang dipakai ma tu warung....
Ok, cukup dengan pengantarnya.....Langsung saja ke topik bahasan...
Lokasi Kampoeng Aceh cafe (tempat Mie Aceh yang akan dibahas) ada di Jalan Ceger, tepatnya di sebelah Cheger Motor (Ahass H*nda), berseberangan dengan Ahad Mart. Buat mahasiswa STAN yang pengin merasakan Mie Aceh, datang langsung aja. Yang punya cafe orangnya ramah kok, dan dari wajahnya, kelihatannya asli Aceh (ga sempet kenalan...ga pede soalnya).
Aku pesan mie special telur "goreng version" (perlu diketahui, Mie Aceh dapat disajikan dengan beberapa cara, diantaranya goreng, berkuah banyak, atau berkuah sedikit...tapi ga tau juga kalo di daerah asalnya), setelah kunjungan sebelumnya pesan yang mie cumi+udang...hehehe, penghematan lah. 'Pedas ya, Bang' kataku pada juru masaknya. Ga terlalu lama, datanglahh pesananku, Mie Aceh Special telur "Goreng Version". Sluurp....bayangkan saja bunyi yang kita keluarkan saat memakan Ind*mie atau mie instan lain. 'Hmmm...kok ga pedes ya...?'batinku. Agak mengecewakan juga, padahal aku mengahrapkan pada kunjungan kedua ini mie yang kusantap bisa lebih pedas dari yang pertama. Tak apalah, cukup seporsi ini mengobati kerinduanku atas kenangan di Medan dulu.
Untuk roti cane, rasanya boleh dibilang mirip dengan martabak Bangka yang biasa kita temui di kaki lima, hanya saja tampilan awalnya agak mirip kulit lumpia (^_^)v. Dengan balutan susu dan keju, roti cane yang kukira akan memberiku suatu sensai yang baru dalam memakan roti, ternyata hanya memberiku kesan seperti makanan kebanyakan. Bukan, bukannya rasa rotinya tidak enak. Hanya saja, aku mengharapkan sebuah keunikan rasa dari roti cane.
Overall, Mie Acehnya patut dicoba, karena dari segi rasa jauh melebihi Mie Aceh yang pernah aku makan pada saat ada acara 1st Organda Fair di Taman CD dulu. Jadi, ga ada salahnya buat STANner's mencoba pengalaman baru dalam wisata kuliner selama kuliah di kampus tercinta ini. Sisihkan sedikit uang jajan Insya Allah sudah cukup untuk bisa merasakan kuliner unik dari Bumi Serambi Mekkah ini.
Selamat mencoba...v(^_^)v
Senin, 25 Januari 2010
Wisata Kuliner < Part 1 >
Hohoho....kalo kita bicara tentang kuliner, emang ga bakal ada matinya, apalagi buat manusia-manusia perantauan seperti diriku ini...hehehe. Bukan kali ini saja kebosanan makan di lingkungan warung-warung sekitar kampus melanda. Mungkin emang sduah waktunya bagiku untuk menikah...hahaha. Santai lah, itu bisa dipikirkan lagi nanti. Karena bagaimanapun, perutku tidak bisa menunggu sampai datangnya bidadari yang memasakkan makanan berbumbu cinta untukku.
Ok, untung dunia tidak selebar daun kelor, jadi bosan dengan warung Ceu Ikin, masih ada warung-warung lain yang bisa jadi pilihan. Trus, gimana dunk kalo warung-warung itu juga menunya ga jauh beda, atau mungkin beda harganya gila-gilaan kek di Warung Semarang yang semena-mena dalam menetapkan harga ?
Yah, apa boleh buat, kalo sudah seperti ini keadaannya, aku memang harus berkorban sedikit lebih banyak dan memanjakan lidahku. Berhubung harga makanan di Bintaro Plaza dan sekitarnya mahal dengan rasa yang standar, alternatif lain perlu dicari. Hasil ngobrol dengan Eko ( nice advice Ko :) ), jadilah aku tertarik mencoba untuk mencari Nasi Kucing di dekat pertigaan Pasar. Naik motor malam-malam sendirian berbalut jaket hijauku yang setia, ditemani angin malam yang dingin menusuk, sampai tiba akhirnya kuberhasil menemukan tempat yang berjualan Nasi Kucing itu. Sayangnya bukan berbentuk angkringan seperti di Jawa, walaupun aku tahu yang berjualan adalah orang Jawa juga.
Segera aku mengambil tempat untuk duduk di salah satu kursi panjang yang disediakan sambil mengambil satu bungkus Nasi Kucing yang sudah tertata rapi di tempatnya. Ada dua tipe yang berbeda, satu adalah nasi dengan lauk ikan teri dan yang lain dengan lauk berupa tempe kering. Ditambah dengan bermacam-macam sate yang tersaji di depanku, makin lengkap sudah pesta malam itu. Tak lupa aku juga memesan satu gelas jahe susu, seperti di masa lalu saat masih sering berkumpul dengan anak-anak APS di SMANSA (moga suatu saat bisa menikmati jaesu ma sega bandhem bareng kalian lagi fren....^_^ ).
Hmmm...sepertinya ada yang kurang...Ah, aku tahu....Tidak ada gorengan di meja. Mungkin penjualnya menghindari resiko berjualan gorengan yang bisa saja kurang peminat. tak apalah, mari kita makan...itadakimasu....nyam..nyam....Sebungkus nasi pun tandas, ambil satu lagi, tambah sate usus dua potong, tambah lagi sate kulit.....
Allhamdulillah, untuk semua pesta kecil itu, hanya perlu merogoh kantong sebesar Rp 14.500. 00. Sebuah harga yang tergolong murah untuk lingkungan Jakarta dan sekitarnya. Sayang ga ada foto yang bisa dilampirkan, jadi maaf untuk yang sudah membayangkan, kalian cukup ngiler di khayalan kalian saja ya..hehehe...
Next post : Mie Aceh & Roti Cane
Ok, untung dunia tidak selebar daun kelor, jadi bosan dengan warung Ceu Ikin, masih ada warung-warung lain yang bisa jadi pilihan. Trus, gimana dunk kalo warung-warung itu juga menunya ga jauh beda, atau mungkin beda harganya gila-gilaan kek di Warung Semarang yang semena-mena dalam menetapkan harga ?
Yah, apa boleh buat, kalo sudah seperti ini keadaannya, aku memang harus berkorban sedikit lebih banyak dan memanjakan lidahku. Berhubung harga makanan di Bintaro Plaza dan sekitarnya mahal dengan rasa yang standar, alternatif lain perlu dicari. Hasil ngobrol dengan Eko ( nice advice Ko :) ), jadilah aku tertarik mencoba untuk mencari Nasi Kucing di dekat pertigaan Pasar. Naik motor malam-malam sendirian berbalut jaket hijauku yang setia, ditemani angin malam yang dingin menusuk, sampai tiba akhirnya kuberhasil menemukan tempat yang berjualan Nasi Kucing itu. Sayangnya bukan berbentuk angkringan seperti di Jawa, walaupun aku tahu yang berjualan adalah orang Jawa juga.
Segera aku mengambil tempat untuk duduk di salah satu kursi panjang yang disediakan sambil mengambil satu bungkus Nasi Kucing yang sudah tertata rapi di tempatnya. Ada dua tipe yang berbeda, satu adalah nasi dengan lauk ikan teri dan yang lain dengan lauk berupa tempe kering. Ditambah dengan bermacam-macam sate yang tersaji di depanku, makin lengkap sudah pesta malam itu. Tak lupa aku juga memesan satu gelas jahe susu, seperti di masa lalu saat masih sering berkumpul dengan anak-anak APS di SMANSA (moga suatu saat bisa menikmati jaesu ma sega bandhem bareng kalian lagi fren....^_^ ).
Hmmm...sepertinya ada yang kurang...Ah, aku tahu....Tidak ada gorengan di meja. Mungkin penjualnya menghindari resiko berjualan gorengan yang bisa saja kurang peminat. tak apalah, mari kita makan...itadakimasu....nyam..nyam....Sebungkus nasi pun tandas, ambil satu lagi, tambah sate usus dua potong, tambah lagi sate kulit.....
Allhamdulillah, untuk semua pesta kecil itu, hanya perlu merogoh kantong sebesar Rp 14.500. 00. Sebuah harga yang tergolong murah untuk lingkungan Jakarta dan sekitarnya. Sayang ga ada foto yang bisa dilampirkan, jadi maaf untuk yang sudah membayangkan, kalian cukup ngiler di khayalan kalian saja ya..hehehe...
Next post : Mie Aceh & Roti Cane
Langganan:
Komentar (Atom)

