Ribuan hari aku menunggunya
senantiasa ku berdoa kepada Allah untuk menguatkan diriku
Yang lemah
Penuh harap menanti kehadirannya di sisiku
Saat aku menatap malam
Langit dan bintang menyiratkan kerinduan
Angin menyapa
menggelitik rindu dalam kalbu
Semoga Allah menjaganya di setiap detak kehidupannya
Menuntunnya di setiap langkah-langkahnya
Menguatkannya di saat dia lelah
Mendampinginya di saat-saat kesendiriannya
Dia, wanita sholihah dari sisi Allah
Seorang bidadari yang Allah percayakan padaku
Bidadari yang menemaniku menjalani hidup
Wanita mulia yang senantiasa menjaga kehormatan diri dan keluarganya
Bidadari itu
Seorang wanita yang ingin selalu kulihat senyumnya
Yang tak ingin kubuat dia bersedih
Yang tak ingin kudengar dia menangis
Bidadari itu
Dia hanya seorang wanita biasa
Tapi dia istimewa
Amat sangat istimewa
Bidadari itu
Seorang wanita perkasa
Yang tak kenal lelah berjuang di jalan-Nya
Yang tetap teguh memegang agamanya
Saat ku pulang, dia menyambutku dengan senyuman yang terindah
Wajahnya yang lelah tak mengurangi indah dan sejuknya senyumnya
Dia bercerita tentang anak-anak kami
Impian mereka, tangisan mereka, canda dan tawa mereka
Kadang dia mengeluh karena beratnya beban di pundaknya
Tapi tak pernah dia menghentikan langkahnya
Dia tetap tegak berjalan
Demi satu tujuan mulia dalam hidupnya
Kadang ku menyakitinya
Kadang ku bersikap tak pantas padanya
Tapi dia tetap dengan kesabarannya
Tetap tegar dengan senyum tersungging di bibirnya
Duhai bidadari yang sholihah
Terima kasih engkau mau memandang pada sang Pencinta
Yang beharap melihat senyuman di wajahmu
Yang senantiasa berdoa agar bisa membahagiakanmu
Kata-kata ini sangat tidak cukup menggambarkan rasa syukurku
Alhamdulillah, Allah sudah mempertemukan diriku denganmu
Walau mungkin ku bukan yang terbaik untukmu
Walau aku tak pantas bersanding denganmu
Dunia ini menjadi tak berharga saat Allah menyandingkan Engkau di hati
Dahaga cinta terpuaskan dengan siraman kasihmu
Kesepian tergerus dengan kehangatan jiwamu
Tetaplah di sampingku, wahai kekasih hati
Jiwa ini sepi tanpamu
Tetaplah di sisi, wahai permata jiwa
Bersama kita jalani kehidupan fana
Saling menguatkan, saling mengingatkan
Hingga saat Allah memisahkan raga kita
semoga Allah mempertemukan lagi jiwa kita di Surga-Nya
Subhanalloh....
BalasHapusbrader...
bs d share k fb or yg lain bs g?
thx
copy aja sis...gpp kok :D
BalasHapussemua orang memang berbeda, tiap jiwa tak akan sama rasa dan pikirnya.
BalasHapusapa yang didapatkan terkadang sangat jauh dari apa yang diinginkan.
sayangnya, itulah kehidupan..
dulu aku pernah mencari kesempurnaan
BalasHapusnamun saat kenyataan itu datang
kusadari bahwa kesempurnaan itu hanyalah milik Allah
berjuang adalah syarat kemenangan
bersyukur adalah kunci kebahagiaan
dan berdoa adalah keyakinan atas harapan
yakinlah, Allah lebih tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya
hhmm,...semoga Joko segera dipertemukan dengan ur future wife,..
BalasHapus@Tiex : amien...mohon doanya ya :D
BalasHapusSubhanallah..
BalasHapusAk merinding bcanya..tidak bisa berkata apa2..ak hanya bisa meneteskan air mata..semoga alloh mengabulkan doamu akh..barakallah
@ Anonim : amin...jazakallah khair
BalasHapus