Kuliner, sesuatu yang tidak bisa kita lepaskan dari kehidupan kita. Beraneka ragam makanan dan minuman yang ada di dunia ini, semua ada untuk umat manusia. Sampai-sampai orang diberi pilihan : 'makan untuk hidup atau hidup untuk makan'. Istilah kuliner sendiri pun sudah begitu mendunia, bahkan orang Jawa sudah mencantumkannya dalam pepatah : 'witing tresno jalaran soko kuliner' (jatuh cinta karena kuliner...hehehe).
Tulisan kali ini tidak membahas mengenai jalan-jalan alias wisata kuliner, karena maaf saja bin sayang sekali, aku bukan pahlawan kuliner seperti Pak Bondan. Dan semoga saja tulisan ini bisa menjadi awal dari tulisan-tulisan khusus mengenai kuliner di blogku yang sederhana ini.
Berawal dari kebingunganku untuk mengisi waktu liburanku dan ide-ide yang selama ini bermunculan di kepalaku, maka sudah menjadi kebiasaan bahwa setiap aku pulang kampung dalam jangka waktu yang cukup lama, aku akan mewujudkan apa yang kusebut dengan 'imajinasi'. Berhubung makan adalah salah satu hobiku (walau makan-makan di luar bukanlah hal yang aku sukai), ide-ide senantiasa bermucnulan di otakku. Mendesakku untuk segera mewujudkan mereka menjadi kenyataan tiga dimensi. Beruntung aku memiliki Mama yang sabar dalam mendengarkan semua ideku dan membantuku mewujudkannya menjadi nyata.
Walau tidak semua dari ide-ide itu menjadi hasil yang memuaskan, tapi aku tidak pernah berhenti untuk berimajinasi. Daya khayal menjadi senjata utamaku dalam melahirkan ide-ide yang 'tidak biasa'. Nasi goreng dengan tahu telur, Spaghetti yang dimasak dengan sambal ekstra pedas dan beberapa contoh masakan lain memang menjadi bukti nyata kegagalan ideku. Namun, Indomie Pasta, beberapa minuman dan masakan lain yang bahkan aku tak ingat lagi, sudah menjadi bukti nyata bawa ideku juga bisa menjadi nikmat. Yah, walaupun dari awal sudah membuat orang-orang yang melihatnya ilfeel karena bahan-bahan yang aku pakai biasanya terlalu 'aneh' bagi kebanyakan orang.Hal itu juga yang membuat enak atau tidaknya hasil imajinasiku hanta bisa dinikmati oleh sedikit orang yang kadang berselera sama anehnya.
Setelah beberapa hari yang lalu gagal dalam mencipta dan mengakibatkan aku diare (memalukan ^_^), kemarin aku membuat lagi minuman yang masih menjadi perjudian dalam hal rasa yaitu "Teh Tarik Sarang Burung". Keren ya namanya? Bahannya sederhana kok. Hanya teh tarik instan, ditambah agar-agar yang diserut, ditambah potongan-potingan buah pepaya dan mangga kemudian ditambah lagi dengan sedikit nata de coco dan disajikan dengan es batu. Berikut ini adalah fotonya :

Dari segi tampilan memang kelihatan kurang menarik. Dan kuakui, ide menggunakan agar-agar dan buah pepaya sebagai pelengkap teh tarik tidaklah terlalu bagus. Namun ide menggunakan buah mangga sebagai pelengkap, adalah suatu hal yang menurutku luar biasa. Rasa manis yang tidak terlalu tajam dari teh tarik bercampur dengan rasa asam yang segar dari buah mangga. Mantap !!! Mungkin memang teh tarik itu lebih cocok apabila dijadikan sebagai salah satu menu 'bubble tea'. Teh tarik bercampur dengan nata de coco rasa mangga...hmmm....bolehlah dicoba lain kali.
Liburan masih cukup panjang dan imajinasiku masih bisa sedikit diperas ditengah kebuntuan ini. Tidak sabar untuk segera menuju proyek berikutnya : Dark Classic Float with Blueberry dan Teh Tarik Float....Tunggu tanggal mainnya.
Ga ada kerjaan kau? hahahahaha..
BalasHapusbeginilah kalo ga ada objek foto disini...T_T
BalasHapusyummy,..dari dulu tiex suka sekali teh tarik,.thai tea juga,..tp blm pernah tak campur nata de coco,...wajib dicoba ney
BalasHapusati2 ya Tiex...kegagalan dan kekecewaan ga ditanggung :P
BalasHapus